By Published On: October 18th, 2020Categories: Bahasa Indonesia0 Comments

Defi menjadi sangat popular di beberapa bulan terakhir di pertengahan tahun 2020. Banyak proyek defi yang berhasil menyedot dana besar yang terkumpul dalam Token Value Locked (TVL). Proyek defi menjanjikan pasive income bagi penggunanya. Namun dibalik itu ada juga resiko yang harus diketahui apabila ingin berinvestasi pada defi. Sebelum membahas resiko berinvestasi pada defi, ada baiknya mengerti apa itu defi?

Apa itu defi?

Defi singkatan dari decentralized finance. Defi adalah software keuangan yang dibangun diatas jaringan blockchain. Defi adalah layanan keuangan yang secara tradisional ada pada perbankan, namun layanan tersebut dijalankan oleh kontrak cerdas yang dibangun diatas jaringan protocol blockchain. Saat ini defi banyak dibangun diatas jaringan ethereum. Ada beberapa jenis defi yaitu defi yang yang berbasis dex atau pertukaran terdesentralisasi, pinjaman, dan simpanan aset digital.

Dalam defi ada layanan pinjaman, pemberi pinjaman, bunga, pertukaran serta jaminan atau agunan. Semua layanan tersebut dibangun dengan kontrak cerdas dan terbuka untuk umum. Seorang yang ingin berinvestasi dengan defi cukup membuat atau menghubungkan dompet virtual yang dimiliki dengan protocol defi yang ada. Misalnya untuk investasi pada Uniswap, seorang cukup menghubungkan dompet ethereum bisa dengan metamask atau lainya dengan protocol uniswap. Pendaftaranya juga tidak rumit karena semua sudah terintegrasi. Setiap defi proyek berbeda cara registrasinya. Untuk uniswap cukup dengan menghubungkan dompet ethereum sedanga sintetix network harus mendaftar dengan email.

Kelebihan defi dibanding layanan keuangan pada umumnya

Layanan keuangan yang ada pada perbangkan saat ini dengan munculnya defi menjadi layanan yang tradisional dimana depositor menaruh uangnya di bank dengan berbagai prosedur dan verifikasi akan memperoleh bunga sesuai dengan fluktuasi bunga yang berjalan. Biasanya uang yang sudah disimpan atau didepositokan tidak bisa ditarik lagi dengan jangka waktu tertentu. Kalau sebuah perbankan sedang dalam kondisi keuangan yang buruk, terkadang uang simpanan nasabah tidak bisa diambil sepenuhnya. Aset yang sudah disimpan di bank dalam bentuk deposito seolah -olah menjadi aset yang tidak cair.

Defi memberikan layanan yang hampir sama dengan perbankan namun semua layanan tersebut dibangun diatas jaringan blockchain sehingga transparan dan dapat diakses dimanapun dengan jaringan internet. Layanan yang ada pada defi diantaranya pinjaman, agunan, deposito, dan peminjaman. Pengguna yang mendepositokan aset digitalnya akan mendapatkan fee dari keuntungan produk yang dijalankan pada defi. Uniswap merupakan pertukaran terdesentralisasi dari berbagai aset digital. Penggunak akan mendapatkan keuntungan dari fee yang ditarik dari transaksi pertukaran pada uniswap. Besaran keuntungan bervariasi antara 6 % – 9 % pertahun. Untuk penyedia dana cair mendapatkan 0.3% fee dari transaksi pertukaran aset digital.

Chart diatas adalah total dana cair yang didepositokan oleh pengguna uniswap. Dananya cukup besar mencapai 1.6 Milliar dollar Amerika. Volume perdagangan pada uniswap mencapai 446 juta dollar Amerika perhari. Sebuah transaksi yang sangat besar untuk sebuah pasar keuangan digital.

Kelemahan dan resiko berinvestasi pada defi

Walaupun defi mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan sistem keuangan tradisional pada perbankan, defi juga mempunyai beberapa kelemahan. Semua investasi mempunyai resiko, demikian juga berinvestasi pada defi. Berikut ini adalah beberapa kelemahan dan resiko berinvestasi pada defi.

1. Protokol kontrak cerdas rentan serangan hacker

Protocol smart adalah open source sehingga ketika defi mempunyai aset dalam jumlah besar, ini akan menarik para hacker untuk membobol kontrak cerdas tersebut dan mencuri aset yang ada didalamnya.

So called decentralized finance (defi) lending platform Bzx on Sunday lost $8.1 million in a new hacking attack, the third this year, caused by a flawed code in its smart contracts. ( Platform pinjaman Bzx kehilangan 8.1 juta dollar karena serangan heacker, yang ketiga ditahun ini, disebabkan oleh kelemahan kode kontrak cerdas). 

 Defi protocol Bzx di hacked dan kehilangan 8.1 Juta dollar

2. Protokol yang tidak teraudit oleh lembaga terpercaya

Kontrak cerdas memungkinkan auditor independent untuk terlibat dalam protocol defi untuk menkontrol cash flow aset. Defi protokol yang tidak teraudit memungkinkan terjadinya penyalahgunaan penggunaan dana yang tersimpan dengan tidak transparan baik oleh developer maupun dari serangan hacker. Kasus defi scam pada YFDX.finance adalah salah satu contoh pencurian yang dilakukan oleh developer sendiri. Lebih dari 20 juta dollar dana dicuri oleh YFDX.finance.

https://www.cryptoglobe.com/latest/2020/09/defi-exit-scam-vanishes-with-20-million-two-days-after-launch/

3. Defi token merupakan gelembung yang siap pecah

Defi token merupakan gelembung ( bubble) yang siap pecah. Nilai dari defi token sebenarnya adalah 0,00 $ namun developer dan pemodal dibelakan defi menjadikan defi token mempunyai nilai yang fantastis. Mereka melakukan pembelian besar-besaran untuk menarik para pedagang ikut membeli defi token. Namun dalam hitungan jam , harga defi token turun dengan drastis. Volatilti dari defi token sangat tinggi dan ini menjadi permainan para pedagang. Beberapa defi yang sudah mapan seperti Uniswap, Compound dan Maker , harga token defi tersebut cenderung lebih stabil dibanding dengan proyek defi yang baru. Belajar dari pengalaman merebaknya proyek ICO di tahun 2017 dan 2018, banyak proyek ICO hanya merupakan proyek pump and dump. Proyek baru defi dengan meluncurkan token, berpotensi menjadi proyek untuk mengumpulkan dana saja dan permainan defi token dipasar cryptocurrency. Defi token yang baru diluncurkan akan naik dipasaran, hal ini bukan karena pembelian yang alami oleh para pedagang , tetapi kenaikan tersebut dilakukan oleh pemodal dibelakang proyek defi tersebut. Dengan menaikan harga secara drastis akan menimbulkan pembalian panik (panic buying) sehingga harga melonjak dengan drastis. Setelah developer meraup banyak dollar, kemudian mereka akan melepaskan token yang mereka miliki dengan harga murah sehingga nilai token akan turun dengan drastis, praktek seperti ini dalam perdagangan kriptocurrency disebut pump and dump. Setelah pasar mengetahui bahwa token tersebut tidaklah bernilai, para pemegang token akan melepaskan tokenya dipasaran sehingga tarjadi suply yang berlebih dan menjadikan token tidak bernilai. Defi token gelembung akhirnya pecah dan kehilangan nilainya dari dollar.

4. Legalitas defi dipertanyakan

Proyek defi saat ini belum sepenuhnya mendapatkan legalitas dari pengawas keuangan negara-negara didunia. Di Indonesia sendiri, proyek defi belum ada regulasi yang jelas tentang proyek ini. Namun, beberapa tahun kedepan, pemerintah tentu akan mengambil sikap terkait defi. Saat ini regulasi tentang kriptocurrency sudah jelas bahwa kriptokurrency sebagai kekayaan digital dan bukan sebagai alat pembayaran. Bagaimana dengan defi, proyek defi merupakan proyek penarikan  dan pengumpulan dana dari luar ke sebuah lembaga atau sistem. Pengumpulan dan panarikan dana dari masyarakat hanya diijinkan untuk beberapa lembaga seperti perbankan, koperasi, asuransi, pasar modal, perusahaan modal ventura, perusahaan sewa guna (leasing), dan dana pensiun. Defi termasuk dalam jenis lembaga yang mana? Di sini posisi defi belum jelas jadi secara hukum proyek defi di Indonesia status hukumnya belum legal.

Apakah aman berinvestasi pada defi?

Semua jenis investasi mengandung resiko begitu juga dengan investasi pada defi. Menginvestasikan aset digital pada defi berarti mengirimkan aset yang dimiliki kedalam defi protocol. Dana yang anda miliki sekarang tidak sepenuhnya berada ditangan anda karena dana sudah keluar dari dompet pribadi yang mempunyai private key. Dana di protocol defi sama saja dana disimpan di exchanger, artinya anda tidak memiliki private key untuk mengembalikan dana yang hilang. Selama protocol defi berjalan dengan normal, dana anda pada defi aman-aman saja, namun apabila protocol defi mendapat serangan hacker dan dana di protokol tersebut dicuri, dana anda akan ikut hilang.

Selain isu keamanan, berinvestasi pada defi juga sangat rentan dengan volatilitas aset yang anda simpan. Ketika nilai aset turun, otomatis anda akan menanggung kerugian dari aset yang terkunci di defi protocol. Namun demikian, sebaliknya jika harga aset yang anda simpan naik, anda akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan aset yang anda miliki. Untuk investasi jangka panjang, investasi pada defi masih belum bisa memberikan kepastian karena teknologi dan protokol defi masih dalam tahap pengembangan. Menyimpan aset digital di dompet pribadi lebih aman untuk jangka panjang.

 

 

 

 

 

 

 

About the Author: Ahmad Fauzi

Indonesian. Interested in cryptocurrency. I am a full time crypto writer and trader, writing on Hive, Steem and now Dash Nation platforms. Digital currency, writing and SEO are my passion nowadays. Tips graciously accepted: Xrr7jvqp55Ks44MKn6iHiGG4Uuu5hK1gQL

Dash Nation is always on the lookout for talented writers for news and blogs. If you wouldn’t mind sharing your talents with the movement towards financial freedom through Dash, please contact the team at go.dashnation@gmail.com.

Leave A Comment

Join Dash Nation Today!

The Blue Hearts have a presence on all major social media platforms and communication channels on Reddit and Discord. Join us!

Dash Nation on Reddit
Dash Nation on Discord